

Portofolio Kimia
Darrel Moreno Satriani - XII IPA 5


Data Diri
Nama : Darrel Moreno Satriani
Panggilan : Darrel, Darel, Der,Farrel , Darel Roblox
Usia : 18 Tahun
TTL : Batam, 1 September 2005
Alamat : Bida Ayu blok G no 151
Sekolah : SMAN 16 BATAM
Agama : Islam
Hobi : Main Roblox
Makanan Favorit : Nasi Goreng, Sayur Kangkung
Lagu Favorit : You Need to Calm Down, What Was I Made For?
Tempat Favorit : Mall
Cita-cita : Developer Roblox

Kimia Unsur

1. Logam Alkali (I A)
Keenam unsur yang termasuk logam alkali adalah litium (Li), natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb), sesium (Cs), dan fransium (Fr). Jika dilihat pada tabel periodik, terdapat satu unsur lagi pada bagian paling atas yakni hidrogen (H). Namun, hidrogen tidak termasuk logam alkali karena merupakan unsur gas. Keseluruhan elemen dalam grup ini sama-sama memiliki 1 elektron dalam kulit valensi mereka, atau bisa disebut elektron valensi tunggal.
Logam alkali yang paling banyak ditemukan adalah natrium. Jumlahnya sebesar 2,8 persen. Jenis natrium yang paling mudah ditemukan adalah natrium klorida atau yang kita kenal dengan garam (NaCl). Kemudian unsur kedua yang paling mudah ditemukan adalah kalium dengan jumlah 2,6 persen di seluruh bumi. Sebaliknya, yang paling langka adalah rubidium, litium, dan sesium. Masing-masing hanya berjumlah 0,01 persen, 0,002 persen, dan 0,0007 persen. Sedangkan fransium bersifat radioaktif dan hanya ada di alam dalam waktu singkat.
Unsur-unsur di atas disebut logam alkali karena reaksi yang timbul apabila terkena air membentuk alkali atau basa yang kuat menetralkan asam. Logam alkali dapat dengan mudah ditemukan di alam dan bercampur dengan unsur-unsur lain karena salah satu sifatnya yang sangat reaktif.
Sifat-sifat Logam Alkali
Logam alkali memiliki beberapa sifat yang terbagi menjadi sifat-sifat fisik dan sifat-sifat kimiawi menurut Encyclopedia Britannica
Konduktivitas Tinggi
Logam alkali memiliki konduktivitas termal dan listrik yang tinggi. Dalam artian, logam alkali dapat dengan cepat menghantarkan panas dan listrik.
Reaktif
Logam alkali merupakan unsur-unsur dengan sifat elektropositif paling tinggi dalam tabel periodik. Ini membuat logam alkali sangat reaktif terhadap berbagai unsur nonlogam. Dalam tabel periodik, unsur yang berada di bawah lebih reaktif daripada unsur di atasnya. Litium menjadi unsur yang paling tidak reaktif di antara golongan 1 tabel periodik, sementara fransium menjadi yang paling reaktif.
Elastisitas Tinggi
Logam alkali termasuk logam dengan elastisitas atau keuletan tinggi (ductile). Hal ini ditandai dengan mudahnya logam tersebut masuk ke dalam kabel kecil dan menjadi penghantar listrik/panas yang efektif.
Berkilau seperti Perak
Secara fisik, logam alkali memiliki penampilan berkilau seperti perak. Kemudian, masing-masing logam alkali juga memiliki warna nyala karakteristik yang berbeda-beda. Yakni merah untuk litium, kuning natrium, ungu kalium, merah rubidium, dan biru sesium. Warna-warna ini digunakan sebagai indikator kualitatif dalam metode analisis modern untuk menentukan konsentrasi logam alkali dalam larutan air.
Kepadatan Rendah
Logam alkali memiliki kepadatan rendah dan cenderung lembut sheingga mudah dipotong dengan pisau. Hal ini disebabkan logam alkali memiliki satu kulit elektron lebih banyak dari sebelumnya dan jari-jari atom yang lebih besar. Unsur-unsur logam alkali pun memiliki kepadatan terendah (massa per volume) di antara unsur-unsur lainnya dalam tabel periodik.
Titik Lebur dan Titik Didih yang Relatif Rendah
Logam alkali memiliki titik lebur dan titik didih yang terbilang rendah dibandingkan logam lainnya. Ini merupakan akibat lansung dari jarak antar atom yang besar dalam kristalnya dan ikatan energi yang lemah. Semakin ke bawah tabel periodik, semakin rendah titik lebur dan titik didihnya.
Elektronegatif Rendah
Logam alkali adalah unsur yang elektronegatifnya paling sedikit, yakni hanya berkisar antara 0,7-1,0.
Kegunaan Logam Alkali
Unsur logam alkali kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
2. Logam Alkali Tanah (II A)
Alkali tanah adalah unsur-unsur yang terletak di golongan IIA pada sistem periodik unsur. Adapun unsur-unsur yang termasuk alkali tanah adalah berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra). Seluruh unsur alkali tanah bisa ditemukan di alam dalam bentuk logam. Logam alkali tanah berwarna putih, berkilau, dan reaktif pada suhu dan tekanan standar. Logam ini banyak ditemukan di laut dan batuan mineral dalam bentuk senyawa karbonat, silikat, atau sulfat. Oleh karena logam alkali berada di golongan IIA, maka bilangan oksidasinya adalah +2.
Sifat-Sifat Logam Alkali Tanah
Adapun sifat-sifat logam alkali tanah adalah sebagai berikut.
Sifat-Sifat Keperiodikan Logam Alkali Tanah
Dalam sistem periodik unsur, logam alkali tanah berada di golongan IIA. Meskipun demikian, setiap logam penyusunnya terletak pada periode yang berbeda-beda. Misalnya saja berilium terletak pada periode 2, magnesium periode 3, kalsium periode 4, dan seterusnya. Ternyata, perbedaan periode juga berpengaruh pada sifat-sifat antarlogamnya. Sifat keperiodikan logam alkali tanah hanya difokuskan dari berilium sampai barium. Artinya, radium tidak termasuk dalam kajian ini. Hal itu karena radium memiliki sifat radioaktif.
Adapun sifat-sifat keperiodikan logam alkali adalah sebagai berikut.
Sifat-Sifat Kimia Logam Alkali Tanah Berkaitan dengan Kereaktifan
Untuk kereaktifan logam alkali tanah adalah sebagai berikut.
Senyawa Alkali Tanah
Adapun senyawa yang dibentuk oleh unsur alkali tanah adalah sebagai berikut.
Kegunaan Alkali Tanah dalam Kehidupan
Ternyata, unsur alkali tanah bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
Kesadahan
Kesadahan disebabkan oleh adanya air sadah. Air sadah adalah air yang mengandung ion Ca2+ dan Mg2+. Keberadaan ion ini di dalam air menyebabkan sabun menjadi sulit berbusa, memicu terbentuknya kerak pada ketel, dan menyumbat radiator serta pipa air minum. Untuk menghilangkan kesadahan, kamu harus menggunakan resin penukar ion dan memanfaatkan senyawa natrium tripolifosfat (STTP) atau calgon.
3. Halogen (VII A)
Halogen adalah salah satu dari enam unsur non-logam yang membentuk golongan 17 (Grup VIIa) pada tabel periodik, menurut Encyclopedia Britannica, Istilah halogen berasal dari bahasa Yunani yang artinya pembentuk garam. Halogen adalah senyawa yang unsur-unsurnya dapat bereaksi dengan logam untuk membentuk garam.
Unsur-unsur Halogen
Unsur-unsur golongan VIIa disebut halogen yang terdiri dari fluor (F), klorin (Cl), bromin (Br), Iodin (I), dan Astatin (At). Unsur tersebut memiliki 7 elektron valensi pada subkulit ns2 np5.
Konfigurasi elektron tersebut yang akhirnya membuat unsur halogen bersifat sangat reaktif. Selain itu, halogen juga cenderung menyerap satu elektron untuk membentuk ion bermuatan negatif satu.
Sifat Unsur Halogen
Adapun sifat unsur halogen terdiri dari sifat fisika dan sifat kimia, yaitu:
- Titik didih dan titik leleh dalam unsur halogen semakin ke bawah semakin bertambah. Hal ini disebabkan adanya kekuatan gaya Van Der Waals antar molekul-molekul yang bertambah dari Fluorin ke Astatin sehingga molekul halogen semakin sulit lepas.
- Kerapatan
Kerapatan dari Fluorin ke Astatin terus bertambah. Bahkan kenaikan nilai kerapatan cukup drastis dari Cl ke Br. Hal ini diakibatkan adanya perubahan fase dari gas (F,Cl), ke cair (Br), dan padat (I). Hal ini membuat kekuatan gaya Van Der Waals bertambah dari Fluorin ke Iodin.
- Kelarutan
Unsur halogen memiliki sifat non polar sehingga kelarutan halogen dalam air dari atas ke bawah semakin berkurang. Hal ini juga berpengaruh pada Iodium yang tidak larut dalam air namun larut dalam larutan KI.
Daya pengoksidasi pada jari-jari atom dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin besar, hal tersebut mengakibatkan penarikan elektron oleh inti atom semakin sulit, maka atom unsur F lah yang paling mudah menangkap elektron atau paling mudah mengalami reduksi (oksidator kuat).
Manfaat Halogen dalam kehidupan manusia
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, unsur halogen yang melimpah di bumi adalah fluor. Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan unsur fluor yang terkandung dalam pasta gigi. Fluor mampu memutihkan gigi yang menguning. Bahkan fluor juga mampu mencegah gigi berlubang dan rapuh.
Fluor juga ada di CFC atau dikenal juga sebagai freon pada AC yang membuat udara ruangan menjadi dingin. Selain fluor, unsur halogen lain yaitu ada klorin digunakan untuk pembersih air, bromin untuk membuat bahan anti api, dan iodin yang digunakan untuk obat antiseptik.
4. Gas Mulia (VIII A)
Golongan VIIIA disebut gas mulia karena tidak bereaksi dengan zat-zat lain. Golongan VIIIA terdiri dari helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), xenon (Xe), dan radon (Rn). Unsur golongan VIIIA memiliki sifat-sifat yang tebagi menjadi sifat kimia dan sifat fisika.
Sifat kimia unsur gas mulia
Beberapa sifat kimia unsur gas mulia adalah:
Sifat Fisika Gas Mulia
Beberapa sifat fisika unsur gas mulia adalah:
Kestabilan unsur gas mulia disebabkan oleh susunan elektronnya yang berjumlah 8 elektron di kulit terluar, kecuali helium (mempunyai konfigurasi elektron penuh). Hal demikian disebut dengan konfigurasi oktet, untuk helium memiliki konfigurasi duplet.
5. Unsur Periode 3
Unsur periode 3 adalah unsur-unsur pada baris (atau periode) ketiga tabel periodik. Tabel periodik disusun dalam baris-baris untuk menggambarkan keberulangan tren (periodik) sifat kimia unsur-unsur seiring kenaikan nomor atom: baris baru dimulai ketika tabel periodik melompati suatu baris dan perilaku kimia mulai berulang, artinya unsur-unsur dengan sifat yang sama jatuh pada kolom yang sama.
Periode 3 mengandung 8 unsur, yaitu: natrium (Na), magnesium (Mg), aluminium (Al), silikon (Si), fosforus (P), belerang (S), klorin (Cl), dan argon (Ar).
A. Natrium (Na)
Natrium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Na dan nomor atom 11. Na adalah sebuah logam lunak berwarna putih keperakan dan anggota logam alkali; satu-satunya isotop stabilnya adalah Na. Merupakan unsur melimpah yang terdapat dalam sejumlah mineral seperti feldspar, sodalit dan garam batu. Banyak garam natrium sangat mudah larut dalam air dan oleh karenanya terdapat dalam jumlah signifikan dalam badan air bumi. Kelimpahan terbesar dalam laut sebagai natrium
B. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mg dan nomor atom 12. Magnesium (simbol Mg) adalah sebuah logam alkali tanah dengan bilangan oksidasi +2. Mg merupakan unsur paling melimpah kedelapan dalam kerak bumi dan kesembilan dalam alam semesta. Magnesium adalah unsur paling umum keempat di muka Bumi (setelah besi, oksigen dan silikon), menyusun 13% dari massa planet dan fraksi besar mantel planet. Kelimpahan relatif magnesium berhubungan dengan kenyataan bahwa ia mudah terbentuk dalam bintang supernova dari penambahan sekuensial tiga inti helium kepada karbon (yang pada gilirannya terbuat dari tiga inti helium). Oleh karena ion magnesium memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, ia merupakan unsur paling melimpah ketiga yang terlarut dalam air laut.
C. Almunium (Al)
Aluminium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Al dan nomor atom 13. Aluminium adalah logam putih keperakan anggota dari golongan boron dan merupakan logam pasca transisi. Ia tidak larut dalam air dalam kondisi normal. Aluminium adalah unsur ketiga paling melimpah (setelah oksigen dan silikon), dan logam paling melimpah dalam kerak bumi. Aluminium menyusun sekitar 8% dari berat permukaan padat bumi. Logam aluminium terlalu reaktif secara kimia untuk berada dalam kondisi alaminya. Sebaliknya, ia dijumpai tergabung dalam lebih dari 270 mineral yang berbeda. Bijih utama aluminium adalah bauksit.
D. Silikon (Si)
Silikon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Si dan nomor atom 14. Silikon adalah sebuah metaloid tetravalen. Ia kurang reaktif dibandingkan analognya, karbon, nonlogam yang terletak tepat di atasnya dalam tabel periodik, tetapi lebih reaktif daripada germanium, metaloid yang berada tepat di bawahnya dalam tabel periodik. Kontroversi berkenaan dengan karakter silikon dimulai sejak ditemukannya: silikon pertama kali dibuat dan dianalisis karakternya dalam bentuk murni pada tahun 1824, dan diberi nama silisium (dari bahasa Latin: silicis, batu api), ditambah akhiran -ium untuk menunjukkan sebuah logam. Namun, nama finalnya, yang diajukan pada tahun 1831 merefleksikan sifat fisik yang sama dengan unsur karbon dan boron.
E. Fosforus (P)
Fosforus adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang P dan nomor atom 15. Fosforus adalah sebuah nonlogam multivalen dari golongan nitrogen. Sebagai mineral, fosforus hampir selalu hadir dalam tingkat oksidasi maksimalnya, sebagai batuan fosfat anorganik. Fosforus elementer terdapat dalam dua bentuk utama fosforus putih dan fosforus merah tetapi karena kereaktivannya yang tinggi, fosforus tidak pernah dijumpai sebagai unsur bebas di bumi.
F. Belerang (S)
Belerang adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Belerang adalah nonlogam multivalen dan melimpah. Pada kondisi normal, atom belerang membentuk molekul oktatomik siklis dengan rumus kimia S. Belerang elementer berupa kristal padat berwarna kuning terang pada temperatur kamar. Secara kimia, belerang dapat bereaksi baik dengan oksidator maupun reduktor. Ia mengoksidasi hampir sebagian besar logam dan beberapa nonlogam, termasuk karbon, yang membuatnya bermuatan negatif dalam hampir semua senyawa organosulfur, tetapi mereduksi beberapa oksidator kuat, seperti oksigen dan fluor.
G. Klorin (Cl)
Klorin adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cl dan nomor atom 17. Ia merupakan halogen paling ringan kedua, yang dijumpai dalam tabel periodik dalam golongan 17. Unsur ini membentuk molekul diatomik pada kondisi standar, yang disebut diklorin. Ia mempunyai afinitas elektron tertinggi dan elektronegativitas ketiga tertinggi di antara seluruh unsur. Berdasarkan alasan ini, klor adalah oksidator kuat.
H. Argon (Ar)
Argon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ar dan nomor atom 18. Ia merupakan unsur ketiga dalam golongan 18 tabel periodik (gas mulia). Argon adalah adalah gas paling umum ketiga dalam atmosfer bumi, dengan kadar 0,93%, menjadikannya lebih melimpah daripada karbon dioksida. Hampir semua argon adalah radiogenik. Argon-40 dihasilkan dari peluruhan kalium-40 dalam kerak bumi. Di jagat raya, argon-36 sejauh ini merupakan isotop argon yang paling banyak, menjadikannya isotop argon yang paling banyak diproduksi melalui nukleosintesis stelar dalam supernova.
KELIMPAHAN UNSUR-UNSUR PERIODE TIGA DI ALAM


SIFAT-SIFAT UNSUR PERIODE TIGA

Kecenderungan bertambah dari Na ke Al | Kecenderungan berkurang dari Na ke Al |
|
|

SIFAT ASAM-BASA UNSUR-UNSUR PERIODE TIGA

PEMBUATAN UNSUR-UNSUR PERIODE TIGA








Pembuatan Argon : dengan cara distilasi bertingkat udara cair
6. Unsur Periode 4
Unsur periode 4 adalah unsur yang banyak ditemukan di kerak bumi dan inti bumi. Unsur-unsur periode 4 berada pada blok d. Unsur-unsur transisi periode 4 bersifat elektropositif, sehingga bilangan oksidasinya bertanda positif. Bilangan oksidasi maksimum yang dicapai suatu unsur transisi menyatakan jumlah elektron pada subkulit 3d dan 4s. Unsur periode 4 terdiri dari 16 unsur, yaitu Skandium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), Krom (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe), Kobalt (Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Galium (Ga), Germanium (Ge), Arsenik (As), Selenium (Se), Bromine (Br), dan Kripton (Kr).
A. Skandium (Sc)
Skandium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Sc dan nomor atom 21. Skandium adalah unsur ketiga dalam periode 4, antara kalsium dan titanium, dan merupakan logam transisi pertama dalam tabel periodik. Skandium cukup banyak terdapat di alam, tetapi sulit dijumpai karena merupakan yang banyak terdapat dalam senyawa tanah jarang, yang mana sulit diisolasi unsur-unsurnya. Skandium memiliki sedikit aplikasi komersial karena fakta-fakta tersebut di atas, dan aplikasi utama saat ini hanyalah sebagai bahan logam paduan dengan aluminium.
B. Titanium (Ti)
Magnesium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mg dan nomor atom 12. Magnesium (simbol Mg) adalah sebuah logam alkali tanah dengan bilangan oksidasi +2. Mg merupakan unsur paling melimpah kedelapan dalam kerak bumi dan kesembilan dalam alam semesta. Magnesium adalah unsur paling umum keempat di muka Bumi (setelah besi, oksigen dan silikon), menyusun 13% dari massa planet dan fraksi besar mantel planet. Kelimpahan relatif magnesium berhubungan dengan kenyataan bahwa ia mudah terbentuk dalam bintang supernova dari penambahan sekuensial tiga inti helium kepada karbon (yang pada gilirannya terbuat dari tiga inti helium). Oleh karena ion magnesium memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, ia merupakan unsur paling melimpah ketiga yang terlarut dalam air laut.
C. Vanadium (V)
Vanadium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang V dan nomor atom 23. Vanadium adalah unsur dalam periode 4, antara titanium dan krom. Vanadium tidak pernah dijumpai dalam bentuk murni di alam, tetapi umum ditemukan dalam bentuk senyawa. Vanadium mirip dengan titanium dalam beberapa hal, seperti sangat tahan karat, tetapi, tidak seperti titanium, ia teroksidasi di udara bahkan pada suhu ruang. Seluruh senyawa vanadium memiliki sekurang-kurangnya beberapa tingkat toksisitas, dan beberapa di antaranya sangat toksik.
D. Kromium (Cr)
Kromium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan nomor atom 24. Kromium adalah unsur dalam periode 4, antara vanadium dan mangan. Kromium, seperti titanium dan vanadium sebelumnya, sangat tahan terhadap korosi, dan oleh sebab itu menjadi salah satu komponen utama baja nirkarat. Kromium juga memiliki banyak senyawa berwarna, dan oleh karena itu sangat jamak digunakan dalam pigmen, seperti hijau krom.
E. Mangan (Mn)
Mangan adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mn dan nomor atom 25. Mangan adalah unsur dalam periode 4, antara kromium dan besi. Mangan sering dijumpai dalam bentuk bebas di alam, tetapi juga ditemukan dalam kombinasi dengan besi. Mangan, seperti kromium sebelumnya, adalah komponen penting dalam baja nirkarat, mencegah besi berkarat. Mangan juga sering digunakan dalam pigmen, lagi-lagi seperti kromium.
F. Besi (Fe)
Besi adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Fe dan nomor atom 26. Besi adalah unsur dalam periode 4, antara mangan dan kobalt. Besi mungkin adalah unsur periode 4 yang paling terkenal, menjadikannya unsur yang paling jamak di bumi dan merupakan komponen utama baja. Besi-56 memiliki kerapatan energi terendah di antara isotop semua unsur, artinya bahwa ia adalah unsur paling masif yang dapat dihasilkan dalam bintang raksasa.
G. Kobalt (Co)
Kobalt adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Co dan nomor atom 27. Kobalt adalah unsur dalam periode 4, antara besi dan nikel. Kobalt banyak digunakan dalam pigmen, karena banyak senyawa kobalt berwarna biru. Kobalt juga merupakan komponen inti dari banyak aloy magnetis dan berkekuatan tinggi. Satu-satunya isotop stabil, kobalt-59, merupakan komponen penting vitamin B-12, sementara kobalt-60 adalah komponen limbah nuklir dan dapat berbahaya dalam jumlah besar karena sifat radioaktifnya.
H. Nikel (Ni)
Nikel adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ni dan nomor atom 28. Nikel adalah unsur dalam periode 4, antara kobalt dan tembaga. Nikel jarang terdapat dalam kerak bumi, terutama karena kenyataan bahwa ia bereaksi dengan oksigen di udara, dengan sebagian besar nikel di bumi berasal dari meteorit besi nikel. Namun, nikel sangat melimpah di inti bumi; bersama dengan besi ia merupakan salah satu dari dua komponen utama.
G. Tembaga (Cu)
Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29. Tembaga adalah unsur dalam periode 4, antara nikel dan seng. Tembaga adalah salah satu dari sedikit logam yang tidak berwarna putih atau abu-abu, lainnya adalah emas dan sesium. Tembaga telah banyak dimanfaatkan oleh manusia selama ribuan tahun untuk memberi warna kemerahan pada banyak objek, dan bahkan merupakan nutrisi penting bagi manusia, meskipun beracun jika terlalu banyak. Tembaga juga banyak digunakan sebagai pengawet kayu atau fungisida.
H. Seng (Zn)
Seng adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Zn dan nomor atom 30. Seng adalah unsur dalam periode 4, di antara tembaga dan galium. Seng adalah salah satu komponen utama kuningan, yang telah digunakan sejak abad ke-10 sebelum masehi. Seng juga sangat penting bagi manusia; hampir 2 miliar orang di dunia menderita kekurangan seng. Namun, overdosis seng dapat menyebabkan defisiensi tembaga. Seng sering digunakan dalam baterai, sebut saja baterai karbon-seng, dan unsur penting dalam banyak metode pelapisan, karena seng sangat tahan korosi.
KELIMPAHAN UNSUR-UNSUR PERIODE EMPAT DI ALAM



SIFAT UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE EMPAT

Kecenderungan bertambah dari Sc ke Zn | Kecenderungan berkurang dari Sc ke Zn |
|
|
SIFAT- SIFAT UMUM UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE EMPAT
01 Bersifat logam, relatif keras, memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi
02 Mempunyai sifat magnetik (diamagnetik, paramagnetik, dan feromagnetik)
03 Membentuk senyawa-senyawa yang berwarna
04 Mempunyai beberapa tingkat bilangan oksidasi
05 Membentuk berbagai macam ion kompleks
06 Unsur/senyawa transisi banyak yang berfungsi sebagai katalis
SIFAT MAGNETIK UNSUR-UNSUR TRANSISI
PERIODE EMPAT

WARNA ION UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE EMPAT




SIFAT KIMIA UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE EMPAT

Senyawa Turunan Alkana
Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh. Senyawa turunan alkana merupakan senyawa yang dianggap berasal dari alkana, di mana salah satu atau beberapa atom hidrogennya digantikan oleh atom atau gugus atom tertentu. Gugus pengganti ini disebut sebagai gugus fungsi. Masing-masing gugus fungsi akan memberikan ciri khas pada sifat fisik maupun kimia pada senyawa-senyawa yang memiliki gugus tersebut.
1. Alkohol (alkanol)
yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus hidroksil (−OH). Senyawa alkohol dengan satu gugus −OH mempunyai rumus umum CnH2n+2O.
Berdasarkan jumlah atom C yang terikat pada atom C yang mengikat gugus −OH, alkohol dibedakan menjadi:

Tata nama IUPAC:


Tata nama trivial:
Rumus alkohol dapat ditulis sebagai R−OH atau CnH2n+1OH di mana R adalah gugus alkil CnH2n+1. Nama trivial alkohol yaitu alkil alkohol, diambil dari nama gugus alkil yang mengikat gugus −OH.

2. Eter (alkoksialkana)
yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus alkoksi (−OR′). Senyawa eter dengan satu gugus −OR′ mempunyai rumus umum CnH2n+2O. Eter dapat dilihat sebagai dua gugus alkil, yakni R dan R′ yang terikat pada satu atom O.

2. Penomoran dilakukan sedemikian sehingga atom C yang mengikat gugus −OR′ diprioritaskan mempunyai nomor yang sekecil mungkin.

Tata nama trivial:
Rumus eter dapat ditulis sebagai R−O−R′ di mana R dan R′ adalah gugus alkil CnH2n+1. Nama trivial eter diambil dari nama kedua gugus alkil R dan R′ yang terikat pada atom O. Eter yang kedua gugus alkilnya sama diberi nama dialkil eter. Eter yang kedua gugus alkilnya berbeda diberi nama alkil alkil eter, di mana urutan penulisan nama gugus alkil tidak harus secara alfabetik.

3. Aldehida (alkanal)
yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus −CHO, yaitu gugus karbonil (−CO−) pada ujung rantai. Gugus −CO− pada aldehida terikat dengan satu atom H dan satu gugus alkil R. Senyawa aldehida dengan satu gugus −CO− mempunyai rumus umum CnH2nO.

Tata nama trivial:

4. Keton (alkanon)
yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus karbonil (−CO−) pada tengah rantai. Gugus −CO− pada keton terikat dengan dua gugus alkil R dan R′. Senyawa keton dengan satu gugus −CO− mempunyai rumus umum CnH2nO.


Tata nama trivial:
Rumus keton dapat ditulis sebagai R−CO−R′ di mana R dan R′ adalah gugus alkil CnH2n+1. Nama trivial keton diambil dari nama kedua gugus alkil R dan R′ yang terikat pada atom O. Keton yang kedua gugus alkilnya sama diberi nama dialkil keton. Keton yang kedua gugus alkilnya berbeda diberi nama alkil alkil keton, di mana urutan penulisan nama gugus alkil tidak harus secara alfabetik.

5. Asam karboksilat (asam alkanoat)
yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus karboksil (−COOH). Gugus −COOH merupakan gugus yang terdiri dari gugus karbonil (−CO−) dan gugus hidroksil (−OH). Senyawa asam karboksilat dengan satu gugus −COOH mempunyai rumus umum CnH2nO2.

2. Penomoran selalu dimulai dari atom C gugus −COOH sebagai atom C nomor 1.

Tata nama trivial:
Nama trivial asam karboksilat secara umum diambil dari nama Latin sumber alami asam karboksilat terkait. Misalnya, asam metanoat (HCOOH) disebut asam format karena dapat ditemukan pada semut (Latin: formica). Asam butanoat disebut asam butirat karena dapat ditemukan di dalam mentega (Latin: butyrum).

Posisi cabang-cabang pada rantai induk dinyatakan dengan huruf Yunani (α, β, γ, dan seterusnya hingga ω). Penomoran dimulai dari atom C-α (alfa), yaitu atom C nomor 2 yang terikat langsung dengan gugus −COOH, kemudian β (beta), γ (gamma), dan seterusnya. Atom C yang berada di ujung rantai biasanya ditandai dengan ω (omega).

6. Ester (alkin alkanoat)
yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus karboalkoksi (−COOR′). Gugus −COOR′ merupakan gugus yang terdiri dari gugus karbonil (−CO−) dan gugus alkoksi (−OR′). Senyawa ester dengan satu gugus −COOR′ mempunyai rumus umum CnH2nO2.

Tata nama trivial:
Nama trivial ester hampir sama dengan nama IUPAC-nya. Perbedaannya hanya nama gugus alkanoat ester mengikuti nama trivial asam karboksilat.

7. Alkil halida (haloalkana)
yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki atom halogen −X (F, Cl, Br, atau I). Senyawa haloalkana dengan satu atom halogen X mempunyai rumus umum CnH2n+1X.
Tata nama IUPAC:

5. Jika terdapat lebih dari satu jenis atom halogen, maka prioritas penomoran didasarkan pada kereaktifan atom halogen mulai dari F, Cl, Br, kemudian I. Akan tetapi, penulisan nama tetap secara alfabetik, yaitu dari bromo (Br), kloro (Cl), fluoro (F), lalu iodo (I).

Tata nama trivial:
Pada monohaloalkana (haloalkana dengan hanya satu atom halogen), nama trivialnya adalah alkil halida. Hal ini didasarkan pada rumus monohaloalkana yang dapat ditulis sebagai R−X di mana R adalah gugus alkil.

Benzena dan Turunannya

Benzena adalah senyawa siklik yang terbentuk dari enam atom karbon yang berikatan dalam cincin. Senyawa ini bersifat non-polar, tidak berwarna, mudah terbakar, dan tidak larut dalam air, tapi dapat larut dalam pelarut organik.
Senyawa dengan rumus kimia C6H6 ini, ditemukan oleh seorang ilmuwan Inggris bernama Michael Faraday pada tahun 1825. Pada saat itu, Michael Faraday mengambilnya dari residu minyak mentah, kemudian mengisolasinya dari gas minyak.
Enam atom hidrogen yang terdapat dalam benzena ini dapat digantikan menjadi satu lebih atom hidrogen sehingga menghasilkan turunan benzena. Turunan benzena yang dihasilkan ini selanjutnya dapat digunakan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Misalnya, sebagai desinfektan, pembuatan zat pewarna, obat-obatan, dan masih banyak lagi.
Senyawa Turunan Benzena
Benzena dikenal sebagai senyawa yang banyak menghasilkan berbagai turunan karena pergantian satu atau lebih atom hidrogen pada benzena dapat menghasilkan berbagai senyawa baru. Berikut adalah beberapa senyawa turunan benzena.
Klorobenzena
Klorobenzena atau fenil klorida adalah salah satu senyawa turunan benzena. Senyawa yang memiliki rumus C6H5Cl ini memiliki ciri-ciri berupa berwujud cair, tidak berwarna, berbau menyengat, dan tidak mudah larut dalam air, tetapi mudah larut dalam benzena, kloroform, dan eter.
Klorobenzena biasanya digunakan dalam pembuatan fenol, anilin, DDT, pelarut cat, dan media pemindah panas.
Anilin
Anilin atau aminobenzena (C6H5NH2) adalah turunan benzena yang memiliki sifat basa lemah, tidak berwarna, dan dapat berubah menjadi kuning, coklat, ataupun hitam jika terkena cahaya dan udara karena teroksidasi.
Dalam kehidupan sehari-hari, anilin digunakan sebagai bahan dasar pembuatan warna dan obat-obatan, serta bahan peledak.
Fenol
Senyawa turunan benzena selanjutnya adalah fenol. Senyawa ini termasuk senyawa aromatik yang mengandung satu atau lebih gugus hidroksil yang terikat langsung dengan cincin benzena.
Fenol atau hidroksibenzena memiliki rumus kimia C6H5OH dengan karakteristiknya yang berbentuk padatan kristalin, tak berwarna, higroskopis, dan mudah larut dalam alkohol, eter, dan benzena.
Senyawa turunan benzena ini sangat beracun, bahkan dapat melepuhkan kulit jika terjadi kontak langsung dengan kulit. Biasanya, fenol digunakan untuk desinfektan, pembuatan obat-obatan, bahan peledak, dan plastik.
Aspirin
Aspirin atau asam asetilsalisilat sering digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan panas karena bersifat analgesik, antipiretik, antiradang, dan antikoagulan. Itulah mengapa, aspirin sering digunakan sebagai obat pusing dan obat sakit gigi.
Asam Salisilat
Asam salisilat merupakan turunan benzena yang tergolong asam karboksilat sehingga memiliki gugus karboksil (-COOH).
Asam salisilat memiliki sifat beracun jika digunakan dalam jumlah besar. Namun, dalam jumlah kecil, turunan benzena ini dapat digunakan sebagai pengawet makanan dan antiseptik pada pasta gigi.
TNT (Trinitrotoluene)
TNT merupakan senyawa turunan benzena yang banyak digunakan sebagai bahan peledak karena sifatnya yang mudah meledak. Itulah mengapa, senyawa ini tidak boleh digunakan secara sembarangan.
Biasanya, TNT sering digunakan untuk kepentingan militer dan pertambangan. Penggunaan TNT secara sembarangan dan tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, bahkan mengancam nyawa.
Nitrobenzena
Memiliki rumus kimia C6H5NO2, turunan benzena yang satu ini juga dikenal dengan nama lain, yaitu nitrobenzol atau minyak mirbane. Nitrobenzena memiliki aroma seperti kacang almond dan bersifat beracun.
Biasanya, turunan benzena ini digunakan sebagai pelarut dan bahan baku pembuatan anilina, serta digunakan dalam produk semir dan senyawa insulator.
Parasetamol
Sama seperti aspirin, parasetamol juga termasuk salah satu turunan benzena yang sering digunakan untuk mengobati pusing dan sakit kepala. Senyawa ini memiliki sifat analgesik dan antipiretik, serta mudah larut dalam etanol.
Tata Nama Senyawa Turunan Benzena
Tata nama senyawa turunan benzena sangat sederhana, yaitu gabungan nama substituen (pengganti atom H dari benzena) sebagai awalan dan diikuti kata benzena sebagai akhiran. Berikut adalah penulisan tata nama senyawa turunan benzena berdasarkan jumlah substituennya.
Nama Turunan Benzena Satu Substituen
Untuk menulis tata nama senyawa turunan benzena dengan satu substituen yang terikat pada cincin benzena, kamu bisa langsung menyebutkan nama substituennya, lalu diikuti kata -benzena di bagian akhirnya. Contoh, jika substituen yang terikat pada cincin benzena adalah bromin (Br), maka penulisan tata nama senyawa turunan benzenanya adalah bromobenzena.
Nama Turunan Benzena Dua Substituen
Untuk dua substituen posisinya dapat diberi awalan orto (o) untuk posisi 1 dan 2, meta (m) untuk posisi 1 dan 3 dan para (p) untuk posisi 1 dan 4.

Nama Turunan Benzena Tiga Substituen atau Lebih
Untuk tiga substituen atau lebih, penggunaan awalan orto, meta, dan para tidak diterapkan lagi, tetapi posisi substituennya dinyatakan dengan angka untuk menunjukkan urutan prioritas penomoran. Berikut urutan prioritas penomorannya.
COOH, −SO3H, −CHO, −CN, −OH, −NH2, −R, −NO2, −X

Kegunaan dan Bahaya Senyawa Turunan Benzena
Benzena maupun senyawa turunan benzena banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti farmasi, makanan, dan kemiliteran. Contohnya, aspirin yang merupakan senyawa turunan benzena yang dapat digunakan sebagai obat pereda nyeri, asam benzoat digunakan sebagai bahan pengawet makanan, dan asam salisilat yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan minyak wangi, salep antijamur, sampo, dan bedak.
Dalam bidang kemiliteran, senyawa turunan benzena, seperti TNT dan toluena sering digunakan sebagai bahan peledak.
Meskipun memiliki banyak kegunaan, tetapi benzena maupun senyawa turunannya dapat berbahaya karena bersifat racun. Contohnya saja, senyawa fenol yang apabila terkena kulit dapat menyebabkan kulit melepuh dan TNT yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, bahkan mengancam nyawa bila digunakan secara sembarangan dan tidak bertanggung jawab karena senyawa ini mudah meledak.
Oleh karena itu, penggunaan benzena maupun senyawa turunannya harus sangat hati-hati agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Penugasan





Hasil Karya
CARA MEMBUAT SABUN BATANG DENGAN CAMPURAN OLIVE OIL || PRAKTEK KIMIA || KELOMPOK 2 || SMAN 16 BATAM (YouTube)
Bekerja bukan hanya tentang mencari keuntungan finansial, tetapi juga bagaimana bisa memberikan manfaat kepada banyak orang

Pesan kesan dari saya :
Kesan saya untuk Ibu Nani di SMAN 16 Batam cukup baik. Pertama kali belajar kimia saat saya kelas XII, walaupun dirinya sebagai orang yang paling serius saat mengajar. Tapi, nyatanya dia sangat asik!
Ibu Nani senang membuat lawakan di kelas ketika mengajar sehingga suasana kelas menjadi seru. Mengesampingkan rasa humornya, ia juga termasuk sebagai guru yang disiplin. Walaupun saya kurang suka pelajaran kimia, tetapi Ibu Nani yang bikin saya betah memperhatikan menjelaskan materi kimia.
Pesan saya untuk Ibu Nani adalah terima kasih banyak, Bu! 😍
Ibu Nani telah membimbing kami dengan baik. Saya senang dapat memiliki ilmu yang Ibu Nani berikan sangat berharga untuk saya. Semoga Ibu Nani diberi kesehatan dan kebahagiaan selalu, ya 🥰
Darrel M.S.