Portofolio ​Kimia

Darrel Moreno Satriani - X​II IPA 5

Data Diri

Nama : Darrel Moreno Satriani

Panggilan : Darrel, Darel, Der,Farrel , Darel Roblox

Usia : 18 Tahun

TTL : Batam, 1 September 2005

Alamat : Bida Ayu blok G no 151

Sekolah : SMAN 16 BATAM

Agama : Islam

Hobi : Main Roblox

Makanan Favorit : Nasi Goreng, Sayur Kangkung

Lagu Favorit : You Need to Calm Down, What Was I Made For?

Tempat Favorit : Mall

Cita-cita : Developer Roblox

Kimia Unsur

atom

1. Logam Alkali (I A)


Keenam unsur yang termasuk logam alkali adalah litium (Li), natrium (Na), kalium (K), ​rubidium (Rb), sesium (Cs), dan fransium (Fr). Jika dilihat pada tabel periodik, terdapat ​satu unsur lagi pada bagian paling atas yakni hidrogen (H). Namun, hidrogen tidak ​termasuk logam alkali karena merupakan unsur gas. Keseluruhan elemen dalam grup ini ​sama-sama memiliki 1 elektron dalam kulit valensi mereka, atau bisa disebut elektron ​valensi tunggal.


Logam alkali yang paling banyak ditemukan adalah natrium. Jumlahnya sebesar 2,8 ​persen. Jenis natrium yang paling mudah ditemukan adalah natrium klorida atau yang ​kita kenal dengan garam (NaCl). Kemudian unsur kedua yang paling mudah ditemukan ​adalah kalium dengan jumlah 2,6 persen di seluruh bumi. Sebaliknya, yang paling langka ​adalah rubidium, litium, dan sesium. Masing-masing hanya berjumlah 0,01 persen, 0,002 ​persen, dan 0,0007 persen. Sedangkan fransium bersifat radioaktif dan hanya ada di ​alam dalam waktu singkat.


Unsur-unsur di atas disebut logam alkali karena reaksi yang timbul apabila terkena air membentuk ​alkali atau basa yang kuat menetralkan asam. Logam alkali dapat dengan mudah ditemukan di ​alam dan bercampur dengan unsur-unsur lain karena salah satu sifatnya yang sangat reaktif.



Sifat-sifat Logam Alkali

Logam alkali memiliki beberapa sifat yang terbagi menjadi sifat-sifat fisik dan sifat-sifat ​kimiawi menurut Encyclopedia Britannica


Konduktivitas Tinggi

Logam alkali memiliki konduktivitas termal dan listrik yang tinggi. Dalam artian, logam ​alkali dapat dengan cepat menghantarkan panas dan listrik.


Reaktif

Logam alkali merupakan unsur-unsur dengan sifat elektropositif paling tinggi dalam tabel ​periodik. Ini membuat logam alkali sangat reaktif terhadap berbagai unsur nonlogam. ​Dalam tabel periodik, unsur yang berada di bawah lebih reaktif daripada unsur di ​atasnya. Litium menjadi unsur yang paling tidak reaktif di antara golongan 1 tabel ​periodik, sementara fransium menjadi yang paling reaktif.


Elastisitas Tinggi

Logam alkali termasuk logam dengan elastisitas atau keuletan tinggi (ductile). Hal ini ​ditandai dengan mudahnya logam tersebut masuk ke dalam kabel kecil dan menjadi ​penghantar listrik/panas yang efektif.


Berkilau seperti Perak

Secara fisik, logam alkali memiliki penampilan berkilau seperti perak. Kemudian, masing-​masing logam alkali juga memiliki warna nyala karakteristik yang berbeda-beda. Yakni ​merah untuk litium, kuning natrium, ungu kalium, merah rubidium, dan biru sesium. ​Warna-warna ini digunakan sebagai indikator kualitatif dalam metode analisis modern ​untuk menentukan konsentrasi logam alkali dalam larutan air.


Kepadatan Rendah

Logam alkali memiliki kepadatan rendah dan cenderung lembut sheingga mudah ​dipotong dengan pisau. Hal ini disebabkan logam alkali memiliki satu kulit elektron lebih ​banyak dari sebelumnya dan jari-jari atom yang lebih besar. Unsur-unsur logam alkali ​pun memiliki kepadatan terendah (massa per volume) di antara unsur-unsur lainnya ​dalam tabel periodik.


Titik Lebur dan Titik Didih yang Relatif Rendah

Logam alkali memiliki titik lebur dan titik didih yang terbilang rendah dibandingkan logam ​lainnya. Ini merupakan akibat lansung dari jarak antar atom yang besar dalam kristalnya ​dan ikatan energi yang lemah. Semakin ke bawah tabel periodik, semakin rendah titik ​lebur dan titik didihnya.

  • Litium: Titik didih 1.342 derajat Celcius dan titik lebur 180,5 derajat celsius
  • Natrium: Titik didih 883 derajat Celcius dan titik lebur 97,72 derajat celsius
  • Kalium: Titik didih 759 derajat Celcius dan titik lebur 63,38 derajat celsius
  • Rubidium: Titik didih 688 derajat Celcius dan titik lebur 39,31 derajat celsius
  • Sesium: Titik didih 671 derajat Celcius dan titik lebur 28,44 derajat celsius
  • Fransium: Titik didik 677 derajat Celcius dan titik lebur 27 derajat celsius


Elektronegatif Rendah

Logam alkali adalah unsur yang elektronegatifnya paling sedikit, yakni hanya berkisar ​antara 0,7-1,0.


Kegunaan Logam Alkali


Unsur logam alkali kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  • Litium digunakan sebagai baterai litium-ion
  • Litium klorida sebagai pembersih aluminium
  • Litium metalik jika dikombinasikan dengan magnesium dan aluminium dapat ​digunakan untuk memproduksi barang-barang yang sangat kuat namun sangat ​ringan
  • Natrium klorida digunakan sebagai garam dapur
  • Natrium sebagai fluida perpindahan panas di rekator nuklir
  • Logam alkali natrium murni digunakan dalam lampu uap natrium karena ​menghasilkan cahaya yang lebih efisien dibanding pencahayaan lain, serta ​menghaluskan permukaan logam lain
  • Kalium digunakan sebagai pupuk karena dapat menutrisi tanaman
  • Kalium hidroksida digunakan sebagai basa yang sangat kuat untuk mengatur pH ​berbagai zat
  • Uap logam sesium digunakan sebagai jam atom yang merupakan pengukur waktu ​paling akurat





2. Logam Alkali Tanah (II A)


Alkali tanah adalah unsur-unsur yang terletak di golongan IIA pada sistem periodik unsur. ​Adapun unsur-unsur yang termasuk alkali tanah adalah berilium (Be), magnesium (Mg), ​kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra). Seluruh unsur alkali tanah bisa ​ditemukan di alam dalam bentuk logam. Logam alkali tanah berwarna putih, berkilau, ​dan reaktif pada suhu dan tekanan standar. Logam ini banyak ditemukan di laut dan ​batuan mineral dalam bentuk senyawa karbonat, silikat, atau sulfat. Oleh karena logam ​alkali berada di golongan IIA, maka bilangan oksidasinya adalah +2.


Sifat-Sifat Logam Alkali Tanah

Adapun sifat-sifat logam alkali tanah adalah sebagai berikut.

  • Bersifat reaktif meskipun berada pada suhu dan tekanan standar.
  • Relatif lunak, tetapi masih lebih keras dari logam alkali.
  • Bisa menghantarkan kalor dengan baik, kecuali berilium.
  • Bisa bereaksi dengan air membentuk alkali oksida kuat, kecuali berilium.
  • Densitas, titik leleh, dan titik didihnya relatif rendah.
  • Radium bisa bersifat radioaktif.
  • Jari-jari atom logam alkali tanah lebih kecil daripada alkali (IA).



Sifat-Sifat Keperiodikan Logam Alkali Tanah

Dalam sistem periodik unsur, logam alkali tanah berada di golongan IIA. Meskipun ​demikian, setiap logam penyusunnya terletak pada periode yang berbeda-beda. Misalnya ​saja berilium terletak pada periode 2, magnesium periode 3, kalsium periode 4, dan ​seterusnya. Ternyata, perbedaan periode juga berpengaruh pada sifat-sifat ​antarlogamnya. Sifat keperiodikan logam alkali tanah hanya difokuskan dari berilium ​sampai barium. Artinya, radium tidak termasuk dalam kajian ini. Hal itu karena radium ​memiliki sifat radioaktif.

Adapun sifat-sifat keperiodikan logam alkali adalah sebagai berikut.

  • Semakin besar periode, semakin besar jari-jari atomnya. Dengan demikian, jari-jari ​atom terkecil dimiliki oleh berilium, sedangkan terbesar dimiliki oleh barium.
  • Semakin besar periode, semakin kecil energi ionisasi dan keelektronegatifannya. ​Namun demikian, daya reduksinya menjadi semakin besar.
  • Logam alkali tanah memiliki konfigurasi elektron valensi ns2 atau selalu ​berpasangan.
  • Alkali tanah memiliki energi ionisasi lebih besar daripada logam alkali karena jari-jari ​atomnya lebih kecil dan elektron valensinya selalu berpasangan.
  • Energi hidrasi ion M2+ alkali tanah lebih besar daripada energi ionisasi M+ pada ​logam alkali. Akibatnya, logam alkali tanah lebih mudah melepaskan elektron ​valensinya, sehingga stabil sebagai ion +2.
  • Logam alkali tanah mudah membentuk kristal dengan susunan rapat, sehingga lebih ​keras daripada logam alkali.
  • Berilium memiliki kecenderungan untuk membentuk ikatan kovalen karena energi ​ionisasi dan keelektronegatifannya cukup tinggi.
  • Logam alkali tanah merupakan reduktor kuat karena potensial reduksinya bernilai ​negatif.



Sifat-Sifat Kimia Logam Alkali Tanah Berkaitan dengan Kereaktifan

Untuk kereaktifan logam alkali tanah adalah sebagai berikut.

  • Logam alkali tanah memiliki kereaktifan semakin besar dari Be ke Ba. Jika ​dibandingkan Ba, Be termasuk unsur yang kurang reaktif.
  • Be merupakan unsur alkali tanah yang tidak bisa bereaksi dengan air. sementara itu, ​Mg bisa bereaksi namun lambat. Untuk Ca, Sr, dan Ba sangat mudah bereaksi dengan ​air layaknya unsur alkali.
  • Logam alkali tanah sangat mudah bereaksi dengan halogen (unsur golongan VII A), ​kecuali Be. Reaksi Be dengan halogen akan membentuk ikatan kovalen. Sementara ​itu, unsur alkali tanah lainnya—Mg, Ca, Sr, Ba—bereaksi dengan halogen membentuk ​ikatan ionik.
  • Reaksi logam alkali tanah dengan oksigen akan membentuk senyawa oksida. Jika ​bereaksi dengan oksigen berlebih, Ba akan membentuk senyawa peroksida (BaO2).
  • Saat berada di udara, reaksi pembakaran magnesium dengan oksigen pada suhu ​akan menghasilkan magnesium nitrida. Nah, magnesium nitrida ini bisa berubah ​menjadi amonia jika direaksikan dengan air.
  • Sama seperti logam alkali, alkali tanah juga memiliki warna nyala. Warna nyala Be ​dan Mg akan terlihat pada spektrum elektromagnetik. Untuk unsur Ca, Sr, dan Ba ​akan memberikan warna nyala berturut-turut jingga, merah ungu, dan kuning ​kehijauan.



Senyawa Alkali Tanah

Adapun senyawa yang dibentuk oleh unsur alkali tanah adalah sebagai berikut.

  • Oksida alkali tanah = membentuk hidroksida basa dalam air, kecuali BeO yang ​bersifat amfoter.
  • BeX2 bisa membentuk polimer karena termasuk senyawa kovalen.
  • Semua garam halida alkali tanah larut dalam air.
  • Garam sulfa, kromat, oksalat, dan karbonat dari alkali tanah memiliki sifat sukar larut ​dalam air.



Kegunaan Alkali Tanah dalam Kehidupan

Ternyata, unsur alkali tanah bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

  • Unsur berilium (Be) digunakan sebagai bahan pembuat kaca teleskop luar angkasa ​James Webb. Berilium dipilih karena bersifat kuat dan bersinar.
  • Unsur magnesium magnesium hidroksida dijadikan sebagai obat maag.
  • Magnesium dijadikan sebagai bahan untuk membentuk alloy (paduan logam) ​bersama alumunium (Al).
  • Kalsium (Ca) digunakan sebagai pengekstraksi logam dari oksidanya.
  • Garam radium digunakan untuk terapi.


Kesadahan

Kesadahan disebabkan oleh adanya air sadah. Air sadah adalah air yang mengandung ​ion Ca2+ dan Mg2+. Keberadaan ion ini di dalam air menyebabkan sabun menjadi sulit ​berbusa, memicu terbentuknya kerak pada ketel, dan menyumbat radiator serta pipa air ​minum. Untuk menghilangkan kesadahan, kamu harus menggunakan resin penukar ion ​dan memanfaatkan senyawa natrium tripolifosfat (STTP) atau calgon.



3. Halogen (VII A)


Halogen adalah salah satu dari enam unsur non-logam yang membentuk golongan 17 ​(Grup VIIa) pada tabel periodik, menurut Encyclopedia Britannica, Istilah halogen berasal ​dari bahasa Yunani yang artinya pembentuk garam. Halogen adalah senyawa yang ​unsur-unsurnya dapat bereaksi dengan logam untuk membentuk garam.



Unsur-unsur Halogen

Unsur-unsur golongan VIIa disebut halogen yang terdiri dari fluor (F), klorin (Cl), bromin ​(Br), Iodin (I), dan Astatin (At). Unsur tersebut memiliki 7 elektron valensi pada subkulit ​ns2 np5.


Konfigurasi elektron tersebut yang akhirnya membuat unsur halogen bersifat sangat ​reaktif. Selain itu, halogen juga cenderung menyerap satu elektron untuk membentuk ion ​bermuatan negatif satu.


Sifat Unsur Halogen

Adapun sifat unsur halogen terdiri dari sifat fisika dan sifat kimia, yaitu:


  • Sifat Fisika

- Titik didih dan titik leleh dalam unsur halogen semakin ke bawah semakin bertambah. ​Hal ini disebabkan adanya kekuatan gaya Van Der Waals antar molekul-molekul yang ​bertambah dari Fluorin ke Astatin sehingga molekul halogen semakin sulit lepas.


- Kerapatan

Kerapatan dari Fluorin ke Astatin terus bertambah. Bahkan kenaikan nilai kerapatan ​cukup drastis dari Cl ke Br. Hal ini diakibatkan adanya perubahan fase dari gas (F,Cl), ke ​cair (Br), dan padat (I). Hal ini membuat kekuatan gaya Van Der Waals bertambah dari ​Fluorin ke Iodin.


- Kelarutan

Unsur halogen memiliki sifat non polar sehingga kelarutan halogen dalam air dari atas ke ​bawah semakin berkurang. Hal ini juga berpengaruh pada Iodium yang tidak larut dalam ​air namun larut dalam larutan KI.


  • Sifat Kimia

Daya pengoksidasi pada jari-jari atom dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin ​besar, hal tersebut mengakibatkan penarikan elektron oleh inti atom semakin sulit, maka ​atom unsur F lah yang paling mudah menangkap elektron atau paling mudah mengalami ​reduksi (oksidator kuat).



Manfaat Halogen dalam kehidupan manusia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, unsur halogen yang melimpah di bumi ​adalah fluor. Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan unsur fluor yang ​terkandung dalam pasta gigi. Fluor mampu memutihkan gigi yang menguning. Bahkan ​fluor juga mampu mencegah gigi berlubang dan rapuh.


Fluor juga ada di CFC atau dikenal juga sebagai freon pada AC yang membuat udara ​ruangan menjadi dingin. Selain fluor, unsur halogen lain yaitu ada klorin digunakan ​untuk pembersih air, bromin untuk membuat bahan anti api, dan iodin yang digunakan ​untuk obat antiseptik.


4. Gas Mulia (VIII A)


Golongan VIIIA disebut gas mulia karena tidak bereaksi dengan zat-zat lain. Golongan ​VIIIA terdiri dari helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), xenon (Xe), dan radon ​(Rn). Unsur golongan VIIIA memiliki sifat-sifat yang tebagi menjadi sifat kimia dan sifat ​fisika.


Sifat kimia unsur gas mulia

Beberapa sifat kimia unsur gas mulia adalah:

  • Gas mulia sulit bereaksi (bersifat inert) karena konfigurasi elektronnya stabil sehingga ​jarang ditemukan dalam bentuk senyawa
  • Gas mulia sedikit larut dalam air, kecuali helium dan neon karena ukuran atomnya ​terlalu kecil


Sifat Fisika Gas Mulia

Beberapa sifat fisika unsur gas mulia adalah:

  • Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan sedikit larut dalam air.
  • Sebagai gas monoatomik.
  • Bersifat non polar.
  • Titik cair sangat rendah karena memiliki gaya antar molekulnya, sebanding dengan ​massa molekulnya.


Kestabilan unsur gas mulia disebabkan oleh susunan elektronnya yang berjumlah 8 ​elektron di kulit terluar, kecuali helium (mempunyai konfigurasi elektron penuh). Hal ​demikian disebut dengan konfigurasi oktet, untuk helium memiliki konfigurasi duplet.




5. Unsur Periode 3


Unsur periode 3 adalah unsur-unsur pada baris (atau periode) ketiga tabel periodik. ​Tabel periodik disusun dalam baris-baris untuk menggambarkan keberulangan tren ​(periodik) sifat kimia unsur-unsur seiring kenaikan nomor atom: baris baru dimulai ketika ​tabel periodik melompati suatu baris dan perilaku kimia mulai berulang, artinya unsur-​unsur dengan sifat yang sama jatuh pada kolom yang sama.

Periode 3 mengandung 8 unsur, yaitu: natrium (Na), magnesium (Mg), aluminium (Al), ​silikon (Si), fosforus (P), belerang (S), klorin (Cl), dan argon (Ar).


A. Natrium (Na)

Natrium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Na dan ​nomor atom 11. Na adalah sebuah logam lunak berwarna putih keperakan dan anggota ​logam alkali; satu-satunya isotop stabilnya adalah Na. Merupakan unsur melimpah yang ​terdapat dalam sejumlah mineral seperti feldspar, sodalit dan garam batu. Banyak garam ​natrium sangat mudah larut dalam air dan oleh karenanya terdapat dalam jumlah ​signifikan dalam badan air bumi. Kelimpahan terbesar dalam laut sebagai natrium


B. Magnesium (Mg)

Magnesium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mg ​dan nomor atom 12. Magnesium (simbol Mg) adalah sebuah logam alkali tanah dengan ​bilangan oksidasi +2. Mg merupakan unsur paling melimpah kedelapan dalam kerak ​bumi dan kesembilan dalam alam semesta. Magnesium adalah unsur paling umum ​keempat di muka Bumi (setelah besi, oksigen dan silikon), menyusun 13% dari massa ​planet dan fraksi besar mantel planet. Kelimpahan relatif magnesium berhubungan ​dengan kenyataan bahwa ia mudah terbentuk dalam bintang supernova dari ​penambahan sekuensial tiga inti helium kepada karbon (yang pada gilirannya terbuat ​dari tiga inti helium). Oleh karena ion magnesium memiliki kelarutan yang tinggi dalam ​air, ia merupakan unsur paling melimpah ketiga yang terlarut dalam air laut.


C. Almunium (Al)

Aluminium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Al dan ​nomor atom 13. Aluminium adalah logam putih keperakan anggota dari golongan boron ​dan merupakan logam pasca transisi. Ia tidak larut dalam air dalam kondisi normal. ​Aluminium adalah unsur ketiga paling melimpah (setelah oksigen dan silikon), dan logam ​paling melimpah dalam kerak bumi. Aluminium menyusun sekitar 8% dari berat ​permukaan padat bumi. Logam aluminium terlalu reaktif secara kimia untuk berada ​dalam kondisi alaminya. Sebaliknya, ia dijumpai tergabung dalam lebih dari 270 mineral ​yang berbeda. Bijih utama aluminium adalah bauksit.


D. Silikon (Si)

Silikon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Si dan ​nomor atom 14. Silikon adalah sebuah metaloid tetravalen. Ia kurang reaktif ​dibandingkan analognya, karbon, nonlogam yang terletak tepat di atasnya dalam tabel ​periodik, tetapi lebih reaktif daripada germanium, metaloid yang berada tepat di ​bawahnya dalam tabel periodik. Kontroversi berkenaan dengan karakter silikon dimulai ​sejak ditemukannya: silikon pertama kali dibuat dan dianalisis karakternya dalam bentuk ​murni pada tahun 1824, dan diberi nama silisium (dari bahasa Latin: silicis, batu api), ​ditambah akhiran -ium untuk menunjukkan sebuah logam. Namun, nama finalnya, yang ​diajukan pada tahun 1831 merefleksikan sifat fisik yang sama dengan unsur karbon dan ​boron.


E. Fosforus (P)

Fosforus adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang P dan ​nomor atom 15. Fosforus adalah sebuah nonlogam multivalen dari golongan nitrogen. ​Sebagai mineral, fosforus hampir selalu hadir dalam tingkat oksidasi maksimalnya, ​sebagai batuan fosfat anorganik. Fosforus elementer terdapat dalam dua bentuk utama ​fosforus putih dan fosforus merah tetapi karena kereaktivannya yang tinggi, fosforus ​tidak pernah dijumpai sebagai unsur bebas di bumi.


F. Belerang (S)

Belerang adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan ​nomor atom 16. Belerang adalah nonlogam multivalen dan melimpah. Pada kondisi ​normal, atom belerang membentuk molekul oktatomik siklis dengan rumus kimia S. ​Belerang elementer berupa kristal padat berwarna kuning terang pada temperatur ​kamar. Secara kimia, belerang dapat bereaksi baik dengan oksidator maupun reduktor. ​Ia mengoksidasi hampir sebagian besar logam dan beberapa nonlogam, termasuk ​karbon, yang membuatnya bermuatan negatif dalam hampir semua senyawa ​organosulfur, tetapi mereduksi beberapa oksidator kuat, seperti oksigen dan fluor.


G. Klorin (Cl)

Klorin adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cl dan ​nomor atom 17. Ia merupakan halogen paling ringan kedua, yang dijumpai dalam tabel ​periodik dalam golongan 17. Unsur ini membentuk molekul diatomik pada kondisi ​standar, yang disebut diklorin. Ia mempunyai afinitas elektron tertinggi dan ​elektronegativitas ketiga tertinggi di antara seluruh unsur. Berdasarkan alasan ini, klor ​adalah oksidator kuat.


H. Argon (Ar)

Argon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ar dan ​nomor atom 18. Ia merupakan unsur ketiga dalam golongan 18 tabel periodik (gas ​mulia). Argon adalah adalah gas paling umum ketiga dalam atmosfer bumi, dengan ​kadar 0,93%, menjadikannya lebih melimpah daripada karbon dioksida. Hampir semua ​argon adalah radiogenik. Argon-40 dihasilkan dari peluruhan kalium-40 dalam kerak ​bumi. Di jagat raya, argon-36 sejauh ini merupakan isotop argon yang paling banyak, ​menjadikannya isotop argon yang paling banyak diproduksi melalui nukleosintesis stelar ​dalam supernova.

KELIMPAHAN UNSUR-UNSUR PERIODE TIGA DI ALAM

SIFAT-SIFAT UNSUR PERIODE TIGA

Kecenderungan bertambah dari Na ​ke Al

Kecenderungan berkurang dari ​Na ke Al

  • Energi ionisasi, kecuali Mg > Al ​dan P > S
  • Keelektronegatifan, kecuali Ar
  • Sifat oksidator, kecuali Ar
  • Sifat asam, kecuali Ar
  • Jari-jari atom
  • Sifat reduktor, kecuali Ar
  • Sifat basa, kecuali Ar

SIFAT ASAM-BASA UNSUR-UNSUR PERIODE TIGA

PEMBUATAN UNSUR-UNSUR PERIODE TIGA

Chemistry Flask Illustration

Pembuatan Argon : dengan cara distilasi bertingkat udara cair

6. Unsur Periode 4


Unsur periode 4 adalah unsur yang banyak ditemukan di kerak bumi dan inti bumi. ​Unsur-unsur periode 4 berada pada blok d. Unsur-unsur transisi periode 4 bersifat ​elektropositif, sehingga bilangan oksidasinya bertanda positif. Bilangan oksidasi ​maksimum yang dicapai suatu unsur transisi menyatakan jumlah elektron pada subkulit ​3d dan 4s. Unsur periode 4 terdiri dari 16 unsur, yaitu Skandium (Sc), Titanium (Ti), ​Vanadium (V), Krom (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe), Kobalt (Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), ​Seng (Zn), Galium (Ga), Germanium (Ge), Arsenik (As), Selenium (Se), Bromine (Br), dan ​Kripton (Kr).


A. Skandium (Sc)

Skandium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Sc dan ​nomor atom 21. Skandium adalah unsur ketiga dalam periode 4, antara kalsium dan ​titanium, dan merupakan logam transisi pertama dalam tabel periodik. Skandium cukup ​banyak terdapat di alam, tetapi sulit dijumpai karena merupakan yang banyak terdapat ​dalam senyawa tanah jarang, yang mana sulit diisolasi unsur-unsurnya. Skandium ​memiliki sedikit aplikasi komersial karena fakta-fakta tersebut di atas, dan aplikasi utama ​saat ini hanyalah sebagai bahan logam paduan dengan aluminium.


B. Titanium (Ti)

Magnesium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mg ​dan nomor atom 12. Magnesium (simbol Mg) adalah sebuah logam alkali tanah dengan ​bilangan oksidasi +2. Mg merupakan unsur paling melimpah kedelapan dalam kerak ​bumi dan kesembilan dalam alam semesta. Magnesium adalah unsur paling umum ​keempat di muka Bumi (setelah besi, oksigen dan silikon), menyusun 13% dari massa ​planet dan fraksi besar mantel planet. Kelimpahan relatif magnesium berhubungan ​dengan kenyataan bahwa ia mudah terbentuk dalam bintang supernova dari ​penambahan sekuensial tiga inti helium kepada karbon (yang pada gilirannya terbuat ​dari tiga inti helium). Oleh karena ion magnesium memiliki kelarutan yang tinggi dalam ​air, ia merupakan unsur paling melimpah ketiga yang terlarut dalam air laut.


C. Vanadium (V)

Vanadium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang V dan ​nomor atom 23. Vanadium adalah unsur dalam periode 4, antara titanium dan krom. ​Vanadium tidak pernah dijumpai dalam bentuk murni di alam, tetapi umum ditemukan ​dalam bentuk senyawa. Vanadium mirip dengan titanium dalam beberapa hal, seperti ​sangat tahan karat, tetapi, tidak seperti titanium, ia teroksidasi di udara bahkan pada ​suhu ruang. Seluruh senyawa vanadium memiliki sekurang-kurangnya beberapa tingkat ​toksisitas, dan beberapa di antaranya sangat toksik.


D. Kromium (Cr)

Kromium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan ​nomor atom 24. Kromium adalah unsur dalam periode 4, antara vanadium dan mangan. ​Kromium, seperti titanium dan vanadium sebelumnya, sangat tahan terhadap korosi, ​dan oleh sebab itu menjadi salah satu komponen utama baja nirkarat. Kromium juga ​memiliki banyak senyawa berwarna, dan oleh karena itu sangat jamak digunakan dalam ​pigmen, seperti hijau krom.


E. Mangan (Mn)

Mangan adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mn dan ​nomor atom 25. Mangan adalah unsur dalam periode 4, antara kromium dan besi. ​Mangan sering dijumpai dalam bentuk bebas di alam, tetapi juga ditemukan dalam ​kombinasi dengan besi. Mangan, seperti kromium sebelumnya, adalah komponen ​penting dalam baja nirkarat, mencegah besi berkarat. Mangan juga sering digunakan ​dalam pigmen, lagi-lagi seperti kromium.


F. Besi (Fe)

Besi adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Fe dan ​nomor atom 26. Besi adalah unsur dalam periode 4, antara mangan dan kobalt. Besi ​mungkin adalah unsur periode 4 yang paling terkenal, menjadikannya unsur yang paling ​jamak di bumi dan merupakan komponen utama baja. Besi-56 memiliki kerapatan energi ​terendah di antara isotop semua unsur, artinya bahwa ia adalah unsur paling masif yang ​dapat dihasilkan dalam bintang raksasa.


G. Kobalt (Co)

Kobalt adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Co dan ​nomor atom 27. Kobalt adalah unsur dalam periode 4, antara besi dan nikel. Kobalt ​banyak digunakan dalam pigmen, karena banyak senyawa kobalt berwarna biru. Kobalt ​juga merupakan komponen inti dari banyak aloy magnetis dan berkekuatan tinggi. Satu-​satunya isotop stabil, kobalt-59, merupakan komponen penting vitamin B-12, sementara ​kobalt-60 adalah komponen limbah nuklir dan dapat berbahaya dalam jumlah besar ​karena sifat radioaktifnya.


H. Nikel (Ni)

Nikel adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ni dan ​nomor atom 28. Nikel adalah unsur dalam periode 4, antara kobalt dan tembaga. Nikel ​jarang terdapat dalam kerak bumi, terutama karena kenyataan bahwa ia bereaksi ​dengan oksigen di udara, dengan sebagian besar nikel di bumi berasal dari meteorit besi ​nikel. Namun, nikel sangat melimpah di inti bumi; bersama dengan besi ia merupakan ​salah satu dari dua komponen utama.


G. Tembaga (Cu)

Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan ​nomor atom 29. Tembaga adalah unsur dalam periode 4, antara nikel dan seng. ​Tembaga adalah salah satu dari sedikit logam yang tidak berwarna putih atau abu-abu, ​lainnya adalah emas dan sesium. Tembaga telah banyak dimanfaatkan oleh manusia ​selama ribuan tahun untuk memberi warna kemerahan pada banyak objek, dan bahkan ​merupakan nutrisi penting bagi manusia, meskipun beracun jika terlalu banyak. ​Tembaga juga banyak digunakan sebagai pengawet kayu atau fungisida.


H. Seng (Zn)

Seng adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Zn dan ​nomor atom 30. Seng adalah unsur dalam periode 4, di antara tembaga dan galium. ​Seng adalah salah satu komponen utama kuningan, yang telah digunakan sejak abad ke-​10 sebelum masehi. Seng juga sangat penting bagi manusia; hampir 2 miliar orang di ​dunia menderita kekurangan seng. Namun, overdosis seng dapat menyebabkan ​defisiensi tembaga. Seng sering digunakan dalam baterai, sebut saja baterai karbon-​seng, dan unsur penting dalam banyak metode pelapisan, karena seng sangat tahan ​korosi.


KELIMPAHAN UNSUR-UNSUR PERIODE EMPAT DI ALAM

SIFAT UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE EMPAT

Kecenderungan bertambah dari Sc ke Zn

Kecenderungan berkurang dari Sc ke Zn

  • Massa jenis (kecuali Zn)
  • Energi ionisasi
  • Keelektronegatifan
  • Titik leleh dan titik didih (kecuali Sc & Ti)
  • Jari-jari atom

SIFAT- SIFAT UMUM UNSUR-UNSUR TRANSISI ​PERIODE EMPAT

01 Bersifat logam, relatif keras, memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi

02 Mempunyai sifat magnetik (diamagnetik, paramagnetik, dan feromagnetik)

03 Membentuk senyawa-senyawa yang berwarna

04 Mempunyai beberapa tingkat bilangan oksidasi

05 Membentuk berbagai macam ion kompleks

06 Unsur/senyawa transisi banyak yang berfungsi sebagai katalis

SIFAT MAGNETIK UNSUR-UNSUR TRANSISI

PERIODE EMPAT

WARNA ION UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE EMPAT

SIFAT KIMIA UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE EMPAT

  • Kurang reaktif jika dibandingkan dengan logam alkali ​dan logam alkali tanah, sehingga relaktif tahan terhadap ​korosi (perkaratan)
  • Sebaian besar larut (bereaksi) dengan asam encer

Senyawa ​Turunan Alkana

Science Element Beaker

Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh. Senyawa turunan alkana merupakan ​senyawa yang dianggap berasal dari alkana, di mana salah satu atau beberapa atom ​hidrogennya digantikan oleh atom atau gugus atom tertentu. Gugus pengganti ini disebut ​sebagai gugus fungsi. Masing-masing gugus fungsi akan memberikan ciri khas pada sifat ​fisik maupun kimia pada senyawa-senyawa yang memiliki gugus tersebut.


1. Alkohol (alkanol)

yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus hidroksil (−OH). Senyawa alkohol dengan satu ​gugus −OH mempunyai rumus umum CnH2n+2O.

Berdasarkan jumlah atom C yang terikat pada atom C yang mengikat gugus −OH, alkohol dibedakan ​menjadi:

  • alkohol primer, yaitu alkohol dengan gugus −OH terikat pada atom C primer (atom C yang hanya ​terikat langsung dengan 1 atom C lainnya)
  • alkohol sekunder, yaitu alkohol dengan gugus −OH terikat pada atom C sekunder (atom C yang ​terikat langsung dengan 2 atom C lainnya)
  • alkohol tersier, yaitu alkohol dengan gugus −OH terikat pada atom C tersier (atom C yang terikat ​langsung dengan 3 atom C lainnya)


Tata nama IUPAC:


  1. Rantai karbon terpanjang dengan cabang terbanyak yang mengandung gugus −OH ditetapkan ​sebagai rantai induk. Selanjutnya, rantai induk tersebut diberi nama dengan mengganti akhiran “-​a” pada alkana menjadi “-ol”. Misalnya, etana menjadi etanol.



Tata nama trivial:


Rumus alkohol dapat ditulis sebagai R−OH atau CnH2n+1OH di mana R adalah gugus alkil CnH2n+1. ​Nama trivial alkohol yaitu alkil alkohol, diambil dari nama gugus alkil yang mengikat gugus −OH.

2. Eter (alkoksialkana)


yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus alkoksi (−OR′). Senyawa eter dengan ​satu gugus −OR′ mempunyai rumus umum CnH2n+2O. Eter dapat dilihat sebagai dua gugus ​alkil, yakni R dan R′ yang terikat pada satu atom O.



2. Penomoran dilakukan sedemikian sehingga atom C yang mengikat gugus −OR′ diprioritaskan ​mempunyai nomor yang sekecil mungkin.


Tata nama trivial:


Rumus eter dapat ditulis sebagai R−O−R′ di mana R dan R′ adalah gugus alkil CnH2n+1. Nama trivial ​eter diambil dari nama kedua gugus alkil R dan R′ yang terikat pada atom O. Eter yang kedua gugus ​alkilnya sama diberi nama dialkil eter. Eter yang kedua gugus alkilnya berbeda diberi nama alkil alkil ​eter, di mana urutan penulisan nama gugus alkil tidak harus secara alfabetik.


3. Aldehida (alkanal)


yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus −CHO, yaitu gugus karbonil (−CO−) pada ​ujung rantai. Gugus −CO− pada aldehida terikat dengan satu atom H dan satu gugus alkil R. ​Senyawa aldehida dengan satu gugus −CO− mempunyai rumus umum CnH2nO.

Tata nama trivial:

4. Keton (alkanon)


yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus karbonil (−CO−) pada tengah rantai. ​Gugus −CO− pada keton terikat dengan dua gugus alkil R dan R′. Senyawa keton dengan ​satu gugus −CO− mempunyai rumus umum CnH2nO.

Tata nama trivial:


Rumus keton dapat ditulis sebagai R−CO−R′ di mana R dan R′ adalah gugus alkil CnH2n+1. ​Nama trivial keton diambil dari nama kedua gugus alkil R dan R′ yang terikat pada atom O. Keton ​yang kedua gugus alkilnya sama diberi nama dialkil keton. Keton yang kedua gugus alkilnya ​berbeda diberi nama alkil alkil keton, di mana urutan penulisan nama gugus alkil tidak harus ​secara alfabetik.


5. Asam karboksilat (asam alkanoat)


yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus karboksil (−COOH). Gugus −COOH ​merupakan gugus yang terdiri dari gugus karbonil (−CO−) dan gugus hidroksil (−OH). ​Senyawa asam karboksilat dengan satu gugus −COOH mempunyai rumus umum CnH2nO2.

2. Penomoran selalu dimulai dari atom C gugus −COOH sebagai atom C nomor 1.

Tata nama trivial:


Nama trivial asam karboksilat secara umum diambil dari nama Latin sumber alami asam ​karboksilat terkait. Misalnya, asam metanoat (HCOOH) disebut asam format karena dapat ​ditemukan pada semut (Latin: formica). Asam butanoat disebut asam butirat karena dapat ​ditemukan di dalam mentega (Latin: butyrum).


Posisi cabang-cabang pada rantai induk dinyatakan dengan huruf Yunani (α, β, γ, dan seterusnya ​hingga ω). Penomoran dimulai dari atom C-α (alfa), yaitu atom C nomor 2 yang terikat langsung ​dengan gugus −COOH, kemudian β (beta), γ (gamma), dan seterusnya. Atom C yang berada di ​ujung rantai biasanya ditandai dengan ω (omega).

6. Ester (alkin alkanoat)


yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus karboalkoksi (−COOR′). Gugus −COOR′ ​merupakan gugus yang terdiri dari gugus karbonil (−CO−) dan gugus alkoksi (−OR′). ​Senyawa ester dengan satu gugus −COOR′ mempunyai rumus umum CnH2nO2.

Tata nama trivial:


Nama trivial ester hampir sama dengan nama IUPAC-nya. Perbedaannya hanya nama gugus ​alkanoat ester mengikuti nama trivial asam karboksilat.


7. Alkil halida (haloalkana)


yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki atom halogen −X (F, Cl, Br, atau I). Senyawa ​haloalkana dengan satu atom halogen X mempunyai rumus umum CnH2n+1X.

5. Jika terdapat lebih dari satu jenis atom halogen, maka prioritas penomoran didasarkan pada ​kereaktifan atom halogen mulai dari F, Cl, Br, kemudian I. Akan tetapi, penulisan nama tetap secara ​alfabetik, yaitu dari bromo (Br), kloro (Cl), fluoro (F), lalu iodo (I).


Tata nama trivial:


Pada monohaloalkana (haloalkana dengan hanya satu atom halogen), nama trivialnya adalah ​alkil halida. Hal ini didasarkan pada rumus monohaloalkana yang dapat ditulis sebagai R−X di ​mana R adalah gugus alkil.


Benzena dan ​Turunannya

Benzena adalah senyawa siklik yang terbentuk dari enam atom karbon yang berikatan dalam ​cincin. Senyawa ini bersifat non-polar, tidak berwarna, mudah terbakar, dan tidak larut dalam ​air, tapi dapat larut dalam pelarut organik.


Senyawa dengan rumus kimia C6H6 ini, ditemukan oleh seorang ilmuwan Inggris bernama ​Michael Faraday pada tahun 1825. Pada saat itu, Michael Faraday mengambilnya dari residu ​minyak mentah, kemudian mengisolasinya dari gas minyak.


Enam atom hidrogen yang terdapat dalam benzena ini dapat digantikan menjadi satu lebih ​atom hidrogen sehingga menghasilkan turunan benzena. Turunan benzena yang dihasilkan ​ini selanjutnya dapat digunakan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Misalnya, sebagai ​desinfektan, pembuatan zat pewarna, obat-obatan, dan masih banyak lagi.


Senyawa Turunan Benzena

Benzena dikenal sebagai senyawa yang banyak menghasilkan berbagai turunan karena ​pergantian satu atau lebih atom hidrogen pada benzena dapat menghasilkan berbagai ​senyawa baru. Berikut adalah beberapa senyawa turunan benzena.


Klorobenzena

Klorobenzena atau fenil klorida adalah salah satu senyawa turunan benzena. Senyawa yang ​memiliki rumus C6H5Cl ini memiliki ciri-ciri berupa berwujud cair, tidak berwarna, berbau ​menyengat, dan tidak mudah larut dalam air, tetapi mudah larut dalam benzena, kloroform, ​dan eter.

Klorobenzena biasanya digunakan dalam pembuatan fenol, anilin, DDT, pelarut cat, dan ​media pemindah panas.


Anilin

Anilin atau aminobenzena (C6H5NH2) adalah turunan benzena yang memiliki sifat basa ​lemah, tidak berwarna, dan dapat berubah menjadi kuning, coklat, ataupun hitam jika terkena ​cahaya dan udara karena teroksidasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, anilin digunakan sebagai bahan dasar pembuatan warna dan ​obat-obatan, serta bahan peledak.


Fenol

Senyawa turunan benzena selanjutnya adalah fenol. Senyawa ini termasuk senyawa ​aromatik yang mengandung satu atau lebih gugus hidroksil yang terikat langsung dengan ​cincin benzena.

Fenol atau hidroksibenzena memiliki rumus kimia C6H5OH dengan karakteristiknya yang ​berbentuk padatan kristalin, tak berwarna, higroskopis, dan mudah larut dalam alkohol, eter, ​dan benzena.

Senyawa turunan benzena ini sangat beracun, bahkan dapat melepuhkan kulit jika terjadi ​kontak langsung dengan kulit. Biasanya, fenol digunakan untuk desinfektan, pembuatan ​obat-obatan, bahan peledak, dan plastik.


Aspirin

Aspirin atau asam asetilsalisilat sering digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan ​panas karena bersifat analgesik, antipiretik, antiradang, dan antikoagulan. Itulah mengapa, ​aspirin sering digunakan sebagai obat pusing dan obat sakit gigi.


Asam Salisilat

Asam salisilat merupakan turunan benzena yang tergolong asam karboksilat sehingga ​memiliki gugus karboksil (-COOH).

Asam salisilat memiliki sifat beracun jika digunakan dalam jumlah besar. Namun, dalam ​jumlah kecil, turunan benzena ini dapat digunakan sebagai pengawet makanan dan ​antiseptik pada pasta gigi.


TNT (Trinitrotoluene)

TNT merupakan senyawa turunan benzena yang banyak digunakan sebagai bahan peledak ​karena sifatnya yang mudah meledak. Itulah mengapa, senyawa ini tidak boleh digunakan ​secara sembarangan.

Biasanya, TNT sering digunakan untuk kepentingan militer dan pertambangan. Penggunaan ​TNT secara sembarangan dan tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan kerusakan ​lingkungan, bahkan mengancam nyawa.


Nitrobenzena

Memiliki rumus kimia C6H5NO2, turunan benzena yang satu ini juga dikenal dengan nama ​lain, yaitu nitrobenzol atau minyak mirbane. Nitrobenzena memiliki aroma seperti kacang ​almond dan bersifat beracun.

Biasanya, turunan benzena ini digunakan sebagai pelarut dan bahan baku pembuatan ​anilina, serta digunakan dalam produk semir dan senyawa insulator.


Parasetamol

Sama seperti aspirin, parasetamol juga termasuk salah satu turunan benzena yang sering ​digunakan untuk mengobati pusing dan sakit kepala. Senyawa ini memiliki sifat analgesik ​dan antipiretik, serta mudah larut dalam etanol.


Tata Nama Senyawa Turunan Benzena

Tata nama senyawa turunan benzena sangat sederhana, yaitu gabungan nama substituen ​(pengganti atom H dari benzena) sebagai awalan dan diikuti kata benzena sebagai akhiran. ​Berikut adalah penulisan tata nama senyawa turunan benzena berdasarkan jumlah ​substituennya.


Nama Turunan Benzena Satu Substituen

Untuk menulis tata nama senyawa turunan benzena dengan satu substituen yang terikat ​pada cincin benzena, kamu bisa langsung menyebutkan nama substituennya, lalu diikuti kata ​-benzena di bagian akhirnya. Contoh, jika substituen yang terikat pada cincin benzena ​adalah bromin (Br), maka penulisan tata nama senyawa turunan benzenanya adalah ​bromobenzena.


Nama Turunan Benzena Dua Substituen

Untuk dua substituen posisinya dapat diberi awalan orto (o) untuk posisi 1 dan 2, meta (m) ​untuk posisi 1 dan 3 dan para (p) untuk posisi 1 dan 4.


Nama Turunan Benzena Tiga Substituen atau Lebih

Untuk tiga substituen atau lebih, penggunaan awalan orto, meta, dan para tidak diterapkan ​lagi, tetapi posisi substituennya dinyatakan dengan angka untuk menunjukkan urutan ​prioritas penomoran. Berikut urutan prioritas penomorannya.

COOH, −SO3H, −CHO, −CN, −OH, −NH2, −R, −NO2, −X


Kegunaan dan Bahaya Senyawa Turunan Benzena


Benzena maupun senyawa turunan benzena banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, ​seperti farmasi, makanan, dan kemiliteran. Contohnya, aspirin yang merupakan senyawa ​turunan benzena yang dapat digunakan sebagai obat pereda nyeri, asam benzoat ​digunakan sebagai bahan pengawet makanan, dan asam salisilat yang dapat digunakan ​sebagai bahan pembuatan minyak wangi, salep antijamur, sampo, dan bedak.


Dalam bidang kemiliteran, senyawa turunan benzena, seperti TNT dan toluena sering ​digunakan sebagai bahan peledak.


Meskipun memiliki banyak kegunaan, tetapi benzena maupun senyawa turunannya dapat ​berbahaya karena bersifat racun. Contohnya saja, senyawa fenol yang apabila terkena kulit ​dapat menyebabkan kulit melepuh dan TNT yang dapat menyebabkan kerusakan ​lingkungan, bahkan mengancam nyawa bila digunakan secara sembarangan dan tidak ​bertanggung jawab karena senyawa ini mudah meledak.


Oleh karena itu, penggunaan benzena maupun senyawa turunannya harus sangat hati-hati ​agar tidak menimbulkan dampak negatif.


Penugasan

Science and Research Element Test Tube

Hasil Karya

CARA MEMBUAT SABUN BATANG DENGAN CAMPURAN ​OLIVE OIL || PRAKTEK KIMIA || KELOMPOK 2 || SMAN 16 ​BATAM (YouTube)

Stars

Bekerja bukan hanya tentang mencari ​keuntungan finansial, tetapi juga bagaimana ​bisa memberikan manfaat kepada banyak ​orang

Pesan kesan dari saya :

Kesan saya untuk Ibu Nani di SMAN 16 Batam cukup baik. Pertama ​kali belajar kimia saat saya kelas XII, walaupun dirinya sebagai orang ​yang paling serius saat mengajar. Tapi, nyatanya dia sangat asik!


Ibu Nani senang membuat lawakan di kelas ketika mengajar sehingga ​suasana kelas menjadi seru. Mengesampingkan rasa humornya, ia ​juga termasuk sebagai guru yang disiplin. Walaupun saya kurang ​suka pelajaran kimia, tetapi Ibu Nani yang bikin saya betah ​memperhatikan menjelaskan materi kimia.


Pesan saya untuk Ibu Nani adalah terima kasih banyak, Bu! 😍

Ibu Nani telah membimbing kami dengan baik. Saya senang dapat ​memiliki ilmu yang Ibu Nani berikan sangat berharga untuk saya. ​Semoga Ibu Nani diberi kesehatan dan kebahagiaan selalu, ya 🥰

Darrel M.S.

Darrel Moreno Satriani

XII IPA 5 - KIMIA

Thank you